Pengolahan Data Pada Produk Multimedia Interaktif
A. Mekanisme Pengolahan Data pada Media Interaktif
Jika produk media interaktif berupa media yang akan menampilkan data form, maka mekanisme pengolahan datanya yaitu pengguna akan diminta untuk menginputkan data. Setelah data berhasil terinput, Adobe Flash akan melakukan pengolahan data dengan menggunakan ActionScript pada saat data tersebut akan ditampilkan. Output yang dihasilkan pada media interaktif ini yaitu berupa data sesuai yang telah diinputkan sebelumnya.
Sementara apabila produk media interaktif berupa game atau media interaktif evaluasi / kuis, mekanisme pengolahan datanya yaitu pengguna akan diminta untuk memasukkan inputan berupa jawaban yang diminta oleh produk media interaktif.
B. Mengenal Pengolahan Data
Pengolahan data merupakan manipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih informatif. Pengolahan data ini tidak hanya berupa perhitungan numerik tetapi juga operasi - operasi seperti klarifikasi data dan perpindahan data dari satu tempat ke tempat lain. Saat ini operasi - operasi tersebut dilakukan oleh beberapa mesin atau komputer, meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan secara manual.
a. Fungsi Dasar Pengolahan Data
Terdapat beberapa fungsi dasar pengolahan data, di antaranya yaitu sebagai berikut.
1) Pengolahan data untuk mengambil program dan juga data berupa masukan atau input data.
2) Pengolahan data untuk menyimpan program data dan menyediakan suatu pemrosesan.
3) Pengolahan data untuk menjalankan proses aritmatika dan juga logika pada suatu data yang tersimpan.
4) Pengolahan data untuk menyimpan hasil sampai hasil akhir suatu pengolahan.
5) Pengolahan data untuk menampilkan dan juga mencetak data yang sudah tersimpan.
b. Siklus Pengolahan Data
Pengolahan data terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu input, proses, dan output.
Perhatikan bagan berikut !
Pada tahap input, data awal atau data input disiapkan dalam beberapa bentuk yang sesuai untuk keperluan pengolahan. Pada tahap proses, data input akan diubah dan biasanya dikombinasikan dengan informasi yang lain untuk menghasilkan data dalam bentuk yang lebih dapat digunakan. Dan pada tahap output, hasil - hasil dari pengolahan sebelumnya dikumpulkan.
C. Mengenal Pengolahan Data dengan Text pada Adobe Flash
Text digunakan untuk memasukkan dan menampilkan text dalam Adobe Flash. Terdapat 3 tipe teks yang dapat digunakan, yaitu :
a. Static Text
digunakan untuk menampilkan suatu teks yang sifatnya tidak dapat diubah secara manual atau dengan script setelah movie di publish. Untuk mengatur jenis, bentuk, ukuran, dan warna text dapat dengan menggunakan properties.
b. Dynamic Text
memiliki sifat yang berubah - ubah sesuai dengan perintah yang diberikan pada ActionScript. Dynamic text biasanya digunakan untuk menampilkan suatu variabel. Pengolahan data sudah mulai terjadi pada proses ini. Contohnya digunakan pada aplikasi kalkulator pada bagian perhitungan. Untuk membuat dynamic text pada Adobe Flash, perhatikan langkah - langkah berikut :
1) Buka Adobe Flash pada PC kemudian pilih ActionScript 3.0
2) Pilih text tool kemudian buka panel properties. Pilihlah dynamic text pada option text type dan atur bentuk, ukuran, dan warna huruf pada properties.
3) Buatlah text area dengan cara klik dan drag pada stage.
4) Masukkan instance name dynamic text pada properties dengan nama "tampil_text".
5) Jika sudah, masukkan ActionScript berikut untuk menampilkan text.
tampil_teks . text="Hello , flash";
6) Ujilah dengan melakukan test movie.
c. Input Text
merupakan text yang digunakan untuk meminta suatu masukan atau input dari user. Text ini dapat digunakan sebagai sarana untuk memasukkan isi variabel dalam ActionScript. Untuk membuat input text pada Adobe Flash, perhatikan langkah - langkah berikut :
1) Buka Adobe Flash kemudian pilih ActionScript 3.0
2) Pilih text tool kemudian buka panel properties. Pilihlah input text pada option text type, kemudian atur bentuk, ukuran, dan warna pada panel properties tersebut.
3) Buatlah text area dengan cara klik dan drag pada stage.
4) Masukkan instance name input text pada properties dengan nama "teks_masukan" dan aktifkan tombol show border around text.
5) Buat text area dengan menggunakan dynamic text. Text area ini nantinya digunakan untuk menampilkan teks yang tadi telah diinputkan. Masukkan instance name dynamoc text dengan nama "teks_tampilkan".
6) Buat layer baru untuk meletakkan tombol. Buat tombol navigasi "OK" dan letakkan di bawah text area dynamic text.
7) Berikan ActionScript berikut pada layer 2 atau yang berisi tombol untuk menampilkan teks yang telah diinputkan.
stop ( ) ;
var myText : String ;
function captureText ( 0 : void {
myText = teks_masukan . text ;
}
btn_ok . addEventListener (MouseEvent. CLICK, tampilkan) ;
function tampilkan (myNextEvent : MouseEvent) : void {
captureText ( ) ;
tekx_tampilkan . text = "Selamat Datang, "+myText +" : ) " ;
}
8) Ujilah dengan melakukan tes movie. masikkan namamu ke dalam input text dan tekan OK.
D. Action script, apa saja yang dibutuhkan untuk pengelolahan data dan berilah contohnya
Action Script adalah bahasa pemrograman yang di pakai oleh
software Flash untuk mengendalikan object-object ataupun movie yang terdapat
dalam Flash. Sebenarnya Flash juga bisa tidak menggunakan ActionScript dalam
pemakaiannya, tapi kalau menginginkan adanya interaktifitas yang lebih komplek
maka ActiosScript ini dibutuhkan.
Fungsi actionscript
Action script memeliki beberapa fungsi atau peran yang dapat
membantu dalam merancang situs atau movie Flash, diantara nya :
a. Membuat sistem navigasi situs
Hal ini berkaitan dengan bagaimana Action Script dapat
mengatur user menjelajahi situs atau program yang telah dibuat. Dengan demikian
animasi situs yang telah dibuat tidak hanya menjadi “film iklan” belaka,
kecuali memang dinginkan seperti itu (dalam kasus film kartun menggunakan
Flash).
b. Menambahkan interaktivitas dengan user
Dengan action Script user dapat berinteraksi dengan setiap
elemen di dalam movie Flash, baik itu tombol movie klip maupun teks.
c. Membuat situs atau Program yang dinamis
ActionScript 3.0
Pada bulan Juni 2006, ActionScript 3.0 debutnya dengan Adobe
Flex 2.0 dan pemain yang sesuai, Flash Player 9 . ActionScript 3.0 adalah
restrukturisasi mendasar bahasa, begitu banyak sehingga sama sekali berbeda
menggunakan mesin virtual . Flash Player 9 berisi dua mesin virtual, AVM1 untuk
kode yang ditulis dalam ActionScript 1.0 dan 2.0, dan AVM2 untuk konten yang
ditulis dalam ActionScript 3.0. Actionscript 3.0 menambahkan dukungan terbatas
untuk akselerasi hardware ( DirectX , OpenGL).
Pembaruan ke bahasa telah memperkenalkan beberapa fitur baru:
Compile-time dan runtime memeriksa jenis -jenis informasi
ada di kedua waktu mengkompilasi dan runtime.
Peningkatan kinerja dari sistem warisan berbasis kelas
terpisah dari sistem pewarisan prototipe berbasis.
Dukungan untuk paket-paket , namespaces , dan ekspresi
reguler .
Mengkompilasi ke tipe baru sepenuhnya dari bytecode , tidak
kompatibel dengan ActionScript 1.0 dan 2.0 bytecode .
Revisi Flash Player API , disusun menjadi paket .
Unified acara penanganan sistem berdasarkan penanganan
peristiwa DOM standar.
Integrasi ECMAScript untuk XML ( E4X ) untuk keperluan XML
pengolahan.
Akses langsung ke Flash runtime daftar tampilan untuk
kontrol penuh terhadap apa yang akan ditampilkan pada runtime .
Lengkap sesuai implementasi ECMAScript draft spesifikasi
edisi keempat.
Terbatas dukungan untuk dinamis objek 3D. (X, Y, Z rotation,
and texture mapping) (X, Y, Z rotasi, dan pemetaan tekstur)
Objek
Jenis ActionScript dalam flash dibagi menjadi 3 berdasarkan letak Script :
1. ActionScript pada frame
ActionScript pada frame adalah Actionscript yang diletakan pada frame, atau juga sering disebut FrameScript. FrameScript ini hanya bisa dilakukan pada keyframe atau blankkeyframe.untuk melihat frame yang telah diberikan script terdapat tanda berupahurup 'a' kecil yang menandakan keberadaan sebuah Script.
2. ActionScript pada MovieClip
ActionScript yang diletakan pada MovieClip sering disebut
MovieScript. yang harus diingat adalah untuk membuat movieScript tentunya harus
ada MovieClip tempat kita meletakan ActionScript tersebut. MovieClip memiliki
bahasa (syntax) sebagai berikut.
Arti syntax movieScript diatas adalah :
Kata 'onClipEvent' menunjukan bahwa perintah ini ditujukan
untuk MovieCliptempat diletakannya Script.
kata 'event' menunjukan event yang terjadi pada movieClip
tersebut.sebenarnya Event di MovieClip ada 9 diantaranya :load, enterFrame,
unload, Mouse up, Mouse Down,Key down, Key up, dan data.Namun diantara semua
itu yang sering digunakan yaitu load dan enter Frame.
Kata 'perintah' menunjukan perintah yang dapat diberikan pada MovieClip.
3. ActionScript pada Button
Hal yang perlu diingat yaitu ActionScript pada button
tentunya harus ada Button tempat meletakanActionScript tersebut.Secara umum
syntax yang digunakan dalam penulisan ActionScript pada Button hampir sama
dengan penulisan MovieScript.Perhatikan syntax berikut ini ;
on (event) { perintah }
Arti syntax movieScript diatas adalah :
Kata 'on' menunjukan bahwa perintah ini ditujukan untuk
MovieClip tempat diletakannya scriptdan ini merupakan syarat utama untuk Script
yang digunakan pada Button.
Kata 'event' menunjukan event yang terjadi pada Button tersebut. ada 7 event yang terdapat pada buttonyaitu press, release, rollOver, rollOut, dragOver, dragOut, dan keypress. Meski demikian hanya dua event yang sering digunakan yaitu press dan release.
Apa sih gunanya ActionScript?ActionsScirpt mempunyai banyak
kegunaan, untuk contohnya ActionScript bisa dipakai
untuk:
- Membuat Web Interaktif
- Membuat CD interaktif
- Membuat presentasi yang bagus
- Membuat Game interaktif
- Membuat Game Online
- Membuat Simulasi dan animasi dalam pembelajaran
- ActionScript juga bisa berkomunikasi dengan bahasa
pemrograman lain seperti PHP dan ColdFusion
- dan masih banyak juga yang lainnya..Object dan Frame
ActionsStruktur dasar dari sebuah aksi
adalah: saatSesuatuTerjadi(input) { lakukanAksi }
Komentar
Posting Komentar